dikala saat hati ini resah dan menggalaukan jiwaku
kau masih berada disana dengan tetap tersenyum
disaat aku terluka, disaat aku tersakiti
kau adalah orang yang pertama memelukku
hingga akhirnya hatiku tercabik-cabik dan tak mengenal arah
kau tetap masih disana . . . .
ketika aku terlelah dan semangat yang mulai memudar
disaat aku sudah tak menemukan arah dan tujuan lagi
kau tetap ada disana
dengan memberikan sebuah isyarat untuk tetap bertahan
sejenak kusandarkan diriku dibahumu
terasa kelembutanmu menyentuh kalbuku
menghancurkan semua keangkuhan diri
meluluhkan semua kelelahan dan beban di dunia ini
dan membiarkannya tenang, terhanyut secara perlahan
bersama dengan kedalaman hatimu
ku tatap perlahan . . . .
matamu yang membiaskan ketegaran
kilauan kristal - kristal yang menghiasi matamu
jatuh setetes demi setetes namun kau tetap tersenyum
kau sedih bila melihatku menyerah begitu saja
kau selalu berdoa agar diriku terarah
walau kelak Surga mengarah
selamanya hati ini takkan terpisahkan
cinta ada di setiap langkah
kasih mengalir di dalam darah
Ibu . . . .
dalam kelembutan cintamu
kulihat kekuatan dalam tangis air matamu
kulihat semangat menggelora dalam dirimu
nasihatmu memberikan kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk menapaki hari - hari yang penuh liku
semoga semua ini tidak akan pernah layu
Ibu . . . .
kau adalah matahari penyerah dalam hidupku
yang membuat hari - hariku terasa indah
menuntunku agar tak salah melangkah
menjagaku hingga tiba di tanah
satu kata yang sempat ada
yang membinasakan segala - galanya
ampun dan ampun
hanya itu kata yang bisa ku ucap
karena khilaf yang kerap menghujam tajam
Bila kau pinta
akan ku persembahkan nyawa seutuhnya
namun itu tidak akan pernah bisa menggantikan binar cintamu
hanya restu dari tangan lembutmu
yang sanggup mengubah nistaku
hanya Tuhan yang tahu
tentang kadar kasih sayang anakmu ini
biarkan inginku menuntun
menuju muara cinta
untuk engkau semata Ibu . . . .
sorry for all my fault mom :*
I LOVE U SO MUCH MOM (♥-̮♥)
and I Love My Family


