Tak terasa malam kini semakin larut, diriku masih terjaga .
Sayang kau dimana aku ingin bersama aku butuh semua untuk
tepiskan rindu,
mungkinkah kau disana merasakan yang sama seperti diriku di
malam ini .
apa mungkin sang fajar dan sayap sayap burung pantai telah
menyaksikan saat kita berseteru?
dan mungkin tak pernah damai .
apa mungkin cintaku terlalu kuat dan menutupi jiwa yang dendam
akan kerasmu
sehingga kita bisa bersama seperti ini.
akhirnya aku sampaikan kata pengantarku sebelum ku jelaskan
semua padamu,
ku tak mau dirimu salah rasa dan aku pun salah rasa padamu,
kini semua rasa air menjadi tawar tanpa dirimu.
Jangan pernah patahkan seleraku karna itu semua bisa membuat
hilang feelingku padamu,
apa kau selalu meragukanku dan tak pernah yakin padaku padahal
kita sudah sejalan saat ini.
Akan ku pejamkan mata bila aku ingin bernafas lega,
dalam anganku aku berada didalam satu persimpangan jalan yang
sulit untukku pilih.
Apa harus putus dulu biar kau yakin padaku bahwa cintaku tanpa
siasat,
bila putus pun aku kan
menangis mungkin aku kan nangis darah.
Apa harus putus dulu biar kau tau rasanya tanpa diriku harimu
akan kusut tanpa arah.
Jangan pernah dirimu menyanjung cinta bila kau tak mengerti
makna dari cinta itu sendiri,
satu terindah yang ada didalam dirimu kini ada didalam jiwaku .
ku inginkan cerita cinta cerita yang terindah bagaikan cerita
dalam negeri dongeng,
percintaan kini berhujankan rindu apakah asmara kita akan
bertahan lama?
Mungkin kini aku bisa bercinta dengan kamu,
namun kata katamu selalu menusuk jantung dan melukaiku,
mungkin ku mau memaafkanmu kembali demi cinta yang ada dihatiku
yang bisa meloloskanmu dari kata pisah .
Sesungguhnya apa yang aku takuti selama ini
mungkinkah akan menjadi kenyataan pahit dalam hidupku?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar